Acara YKS Trans TV Di Berhentikan Oleh KPI

Acara YKS Di Berhentika KPI

 Acara YKS Trans TV akhirnya di Berhentikan Oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), namun pemberhentian itu tak sekedar pemberhentian semata akan tetap pihak KPI sudah menelusuri semua yang terjadi karena tidak mungkin menjatuhkan sesutau hal tanpa ada bukti dan alasan yang real.

Setelahnya banyak dari kalangan masyarakat yang mengadu ke pihak KPI, akhirnya KPI turun langsung menelusuri dan menganalisa kejadian yang sebenarnya terjadi supaya semuanya jelas dan taka da yang merasa dirugikan atau diuntungkan. Namun memang setelahnya pihak KPI menelusuri kejadian yang terjadi pada tanggal 20 itu menemukan sesuatu yang menurut undang-undang itu melanggang peraturan atau biasa disebut dengan Pelanggaran Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS).

Dalam acara yang ditayangkan pada tanggal 20 juni itu, pengisi acar di YKS mengadakan adegan hipnotis yang dimana teknik hipnotisnya itu melecehkan salah satu tokoh Betawi yaitu Benyamin Suaeb. Ternyata pelanggaran ini masuk pada pasal 24 ayat 1, yang dimana Standar Program Siaran yang melarang menampilkan ungkapan makian dan kasar, baik itu secara non verbal maupun verbal.

Menurut Judhariksawan selaku ketua pusat KPI menjelaskan bahwa keputusan yang diambil merupakan keputusan yang benar-benar nyata dan membutuhkan banyak proses klarifikasi bersama jajaran direksi Trans TV yang dimana mereka meminta maaf yang sebesar-besarnya atas tayangan yang sudah melukai masyarakat khususnya masyarakat Betawi.

Sebelumnya program YKS sudah mendapatkan sanksi administrasi sebanyak 3 kali, yaitu yang pertama pada tanggal 3 Januari 2014, 5 februari 2014 dan 13 maret 2014, dan sanksi yang diberikan sekarang ini diputuskan oleh yang berwenang dengan undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, pasal 55 ayat 2.

Ketua pusat KPI ini juga menegaskan bahwa tidak ada yang boleh mengganti program YKS ini selagi dalam sanki administrasi juga tak boleh ada yang memformat dengan acara yang serupa baik itu diwaktu yang berbeda, itu semua sesuai dengan pasal 80 ayat 2 dalam Standar Program Siaran.

Dengan saran yang begitu baik, ketua KPI menyarankan untuk mengadakan pembinaan kepada para artis, jajaran program, produksi dan yang lainnya yang ikut andil dalam acara.

%d blogger menyukai ini: