Iklan

Jonas Salk Seorang Dokter Penemu Vaksin Penyakit Polio

Jonas Salk Seorang Dokter Penemu Vaksin Penyakit Polio – Jonas Salk lahir pada tanggal 28 Oktober 1914 di New York (100 tahun yang lalu). Kedua orang tuanya merupakan imigran dari Yahudi Rusia.

Jonas Salk, Penemu Vaksin Polio Pertama

Jonas Salk menjadi seorang dokter peneliti medis dan juga virolog berkebangsaan Amerika Serikat, meskipun kedua orang tuanya tidak begitu terdidik namun mereka menginginkan anak-anaknya untuk tumbuh menjadi sukses. Jonas pertama kalinya dikenal ketika ia menemukan pengembangan vaksin penyakit poliio pertama yang efektif dan tentunya juga aman.

Ia sekolah di Universitas New York, tak seperti para mahasiswa biasanya yang suka kumpul bersama teman-teman yang lainnya, ia malah keluar dari perkumpulan dan melakukan penelitian medis itu karena ia tidak menginginkan untuk menjadi seorang dokter praktek, dan itu ditunjang oleh keunggulannya di akademis.

Penyakit polio merupakan masalah kesehatan yang paling menakutkan bagi masyarakat di Amerika Serikat. Apalagi korbannya kebanyakan anak-anak. Pada tahun 1952 penyakit polio ini merupakan penyakit mematikan dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, pada waktu itu lebih dari 58.000 kematian dan 300.000 kasus dan itu sebagian besarnya anak-anak.

Lalu pada tahun 1955 dokter Jonas Salk memperkenalkan vaksin tersebut, dengan melakukan pengujian-pengujian dilapangan bersama 20 dokter, 220.000 sukarelawan, 64.000 pegawai sekolah dan juga petugas kesehatan.

Karena rasa cinta kasihnya kepada masyarakat, dia menolak vaksin tersebut untuk dipatenkan semata-mata untuk kepentingannya sendiri, karena tujuan dia hanyalah ingin memperbanyak, mempercepat, dan juga memperluas vaksin ini tanpa harus dipatenkan karena jika dipatenkan akan menunda percepatan.

Setelah itu, ditahun 1963 ia membangun Institut Salk di La Jolla yang didirikan untuk Pengkajian Biologi. Dan sekarang tempat tersebut menjadi pusat penelitian sains dan medis tentunya. Tak hanya penelitian tentang medis saja yang ia lakukan, melainkan ia juga suka menerbitkan buku, diantaranya the survivel of the wisest (1973), man unfolding (1972), anatomy of reality (1983) dan world population and human values: A new reality (1981).

Tak hanya mencari tahu tentang vaksin polio saja, melainkan ia juga mencari vaksin yang biisa menangkal HIV, namun sayang disaat-saat terakhirnya itu ia meninggal pada tanggal 23 juni 1995 yang ketika itu ia berumur 80 tahun.

Iklan
%d blogger menyukai ini: